Try In PERBAKIN Tangsel 2025: 50 Atlet dari 5 Daerah Banten Panaskan Persiapan Menuju PORPROV 2026

Try In PERBAKIN Tangsel 2025: 50 Atlet dari 5 Daerah Banten Panaskan Persiapan Menuju PORPROV 2026

Tangerang Selatan — Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PERBAKIN) Kota Tangerang Selatan menggelar Try In yang diikuti 50 atlet dari lima daerah di Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (14/6) ini dirancang untuk meningkatkan jam terbang atlet sekaligus menjadi sarana evaluasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Banten 2026.

Try In ini menjadi ajang simulasi pertandingan dengan atmosfer kompetitif sesungguhnya. Para atlet menampilkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri berlisensi nasional. Setiap tembakan dinilai secara objektif untuk menakar akurasi, konsistensi, serta kesiapan mental masing-masing atlet. Dalam sesi tersebut, pelatih memberikan umpan balik langsung terhadap teknik pernapasan, posisi tubuh, dan fokus konsentrasi. Dengan pola ini, pembinaan menjadi lebih terarah dan terukur.

Menurut panitia pelaksana, Try In merupakan langkah nyata PERBAKIN Tangsel untuk memastikan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi skala provinsi. “Kami ingin atlet terbiasa menghadapi tekanan kompetisi. Try In ini menjadi bagian dari proses itu,” ujar salah satu pelatih kepala yang turut mendampingi kegiatan.

Kegiatan ini juga mempererat kerja sama lintas daerah. Lima wilayah di Banten—yang terdiri dari atlet unggulan—membentuk ekosistem kompetitif yang saling mendorong perbaikan kualitas. Model pembinaan semacam ini menunjukkan bahwa kolaborasi daerah mampu mempercepat kemajuan prestasi olahraga, khususnya cabang menembak.

Selain menjadi tolok ukur kesiapan atlet, Try In juga menjadi sarana untuk menyusun peta kekuatan daerah dalam menyongsong PORPROV 2026. Data hasil pertandingan digunakan untuk merumuskan program latihan lanjutan, termasuk koreksi teknik, latihan mental, dan penguatan fisik.

Dengan penyelenggaraan Try In ini, PERBAKIN Tangsel menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan atlet menembak secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun mental. Strategi ini diyakini akan memberikan hasil maksimal jika dilaksanakan secara konsisten hingga hari pertandingan resmi tiba. Pembinaan yang terukur dan kolaboratif diyakini akan memperbesar peluang Banten untuk mencetak atlet menembak berprestasi di kancah provinsi, bahkan nasional.

(*)