Tangerang Selatan – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Indonesia (ITI) pada Kamis, 24 April 2025. Kerja sama strategis ini ditujukan untuk memperkuat pembinaan atlet melalui integrasi sport science, dukungan pendidikan, dan pengembangan fasilitas latihan, sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026.
Ketua Umum KONI Kota Tangerang Selatan, Hamka Handaru, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan olahraga dalam mendukung prestasi atlet.
“MoU ini menjadi momentum bagi KONI Tangsel dan ITI untuk membangun ekosistem pembinaan olahraga yang lebih terukur dan berkelanjutan. Kami akan manfaatkan laboratorium, SDM dosen, serta infrastruktur kampus untuk menunjang kebutuhan atlet binaan kami,” ujar Hamka saat memberikan sambutan.
Penandatanganan yang berlangsung di kampus ITI, Serpong, dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga. Dari pihak ITI, hadir rektorat dan tim pengembangan kerja sama institusional. Kedua pihak sepakat untuk menghadirkan sinergi antara teknologi, sains, dan dunia olahraga, tidak hanya dalam bentuk dukungan teknis tetapi juga pemberdayaan sumber daya manusia.
Sport Science: Dari Evaluasi Fisik hingga Rehabilitasi Cedera
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah pemanfaatan sport science. KONI Tangsel bersama ITI akan mengembangkan pendekatan pelatihan berbasis data, yang mencakup evaluasi fisik atlet, pengembangan program nutrisi, manajemen cedera, hingga pendampingan psikologis.
Langkah ini sejalan dengan arahan Wakil Presiden Republik Indonesia agar lembaga olahraga nasional dapat menjalin kemitraan dengan kampus dalam hal penguatan sport science dan pendidikan keolahragaan.
“Kami ingin memastikan bahwa atlet tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mendapatkan pendekatan ilmiah dalam proses pembinaan. Pendekatan berbasis teknologi dan riset ini akan jadi pembeda bagi Tangsel dalam menghadapi Porprov 2026,” jelas Hamka.
Beasiswa dan Pengembangan SDM Olahraga
Selain aspek pelatihan, MoU ini juga mencakup program beasiswa pendidikan bagi atlet berprestasi. Para atlet binaan KONI Tangsel nantinya dapat melanjutkan studi di ITI dengan dukungan biaya pendidikan, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka di bidang olahraga.
Tidak hanya itu, pengembangan SDM olahraga juga menjadi fokus dalam kerja sama ini. Wasit, pelatih, serta pengurus cabang olahraga akan mendapat pelatihan dan sertifikasi berbasis akademik yang mengacu pada standar nasional dan internasional.
Fasilitas Latihan dan Inovasi Kampus
Dalam jangka menengah, ITI akan menyediakan sebagian lahan kampus sebagai pusat pelatihan cabang olahraga seperti panahan, menembak, dan olahraga lainnya yang membutuhkan area terbuka. Rencana ini tengah dikaji sebagai bagian dari upaya menyediakan infrastruktur pelatihan yang memadai di wilayah Tangerang Selatan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, ITI juga akan membuka ruang untuk riset olahraga, termasuk penggunaan teknologi pelacak performa atlet, analisis biomekanik, serta pengembangan perangkat lunak pendukung pelatihan.
Membangun Ekosistem Olahraga Berbasis Ilmu
Langkah KONI Tangsel dan ITI ini menjadi salah satu model kolaborasi ideal antara sektor olahraga dan akademik di Indonesia. Dengan mengedepankan data, keilmuan, dan teknologi, diharapkan para atlet tidak hanya unggul dalam pertandingan, tetapi juga memiliki masa depan pendidikan dan karier yang terjamin.
Kerja sama ini menjadi fondasi penting dalam upaya Tangsel mengukuhkan posisinya di peta olahraga Banten, sekaligus mencetak generasi atlet yang cerdas, tangguh, dan berdaya saing tinggi.