Tangerang Selatan, 7 Mei 2025 — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangerang Selatan bekerja sama dengan Rumah Sakit Mitra Keluarga mengadakan workshop edukatif bertajuk Penanganan Cedera Olahraga. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif dalam melindungi keselamatan atlet, khususnya saat menghadapi cedera di lapangan.
Workshop yang berlangsung mulai 7 Mei ini mengangkat pentingnya pengetahuan dasar pertolongan pertama, terutama di kalangan atlet muda dan pelatih. Materi disampaikan secara praktis oleh tim medis dari Mitra Keluarga, termasuk demonstrasi langsung tentang teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation) dan manajemen cedera ringan hingga sedang.
Menurut studi terbaru dari berbagai event olahraga nasional, cedera pada ekstremitas bawah — seperti pergelangan kaki, lutut, dan otot paha — masih mendominasi insiden cedera atlet, terutama di cabang olahraga berbasis kontak fisik. Bahkan, penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Sport Science Indonesia menunjukkan bahwa 53,7% cedera pada atlet terjadi di tungkai bawah, dengan benturan dan overuse sebagai penyebab dominan.
Merespons fakta tersebut, KONI Tangsel menyadari pentingnya literasi medis dasar dalam olahraga. Workshop ini juga memberikan pelatihan kepada pelatih dan tenaga pendukung agar mampu memberikan respon cepat sebelum penanganan lanjutan dari tim fisioterapis atau rumah sakit.
Sementara itu, Mitra Keluarga menyampaikan bahwa sinergi dengan KONI Tangsel merupakan bentuk kepedulian terhadap pengembangan olahraga berbasis keselamatan. “Penanganan cepat dan tepat sejak detik pertama cedera terjadi akan sangat menentukan proses penyembuhan dan mencegah komplikasi jangka panjang,” ujar salah satu tenaga medis dari Mitra Keluarga yang terlibat dalam workshop.
Acara ini turut membuka ruang diskusi antara peserta dan tenaga ahli mengenai pola pencegahan cedera, pentingnya pemanasan yang benar, penggunaan pelindung tubuh, serta manajemen pasca-cedera untuk mempercepat pemulihan. Peserta yang hadir berasal dari berbagai cabang olahraga seperti sepak bola, pencak silat, atletik, dan basket.
Dengan adanya pelatihan ini, KONI Tangsel berharap akan tercipta kesadaran kolektif bahwa cedera bukan sekadar risiko, tetapi tantangan yang dapat dikendalikan dengan kesiapan dan edukasi yang memadai.