TANGERANG SELATAN – Ketua Umum KONI Provinsi Banten bentuk tim khusus dari Bidang Binpres untuk kawal persiapan hingga pelaksanaan PORPROV VII Banten 2026. Kota Tangerang Selatan pun bersiap menjadi tuan rumah yang lebih baik, profesional, dan meriah dibanding edisi sebelumnya.
Dalam suasana silaturahmi yang hangat, Ketua Umum KONI Provinsi Banten mengumumkan pembentukan tim khusus dari Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres). Tim ini ditugaskan secara langsung untuk mengawal persiapan teknis hingga pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026, yang akan digelar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari Ketua Umum KONI Kota Tangerang Selatan, Hamka Handaru, yang menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang demi menyukseskan agenda empat tahunan tersebut.
“Kami sudah memetakan dua sisi utama, yaitu pembinaan atlet dan kesiapan infrastruktur. Puslatcab akan dimulai dalam waktu dekat sebagai bagian dari jangka pendek, sementara Pelatkot dan TC akan kami gelar menjelang pertandingan,” kata Hamka.
Penajaman Strategi Prestasi dan Sarana dan Pemetaan Cabang Olahraga dan Kick-off Puslatcab
Menurut Hamka, KONI Tangsel tengah berfokus pada dua aspek krusial: peningkatan prestasi atlet melalui pembinaan berjenjang, serta penyediaan sarana dan prasarana olahraga berstandar nasional. Salah satu proyek utama adalah pembangunan gedung olahraga tipe B yang mampu menampung minimal 2.000 penonton dan akan menjadi venue utama saat PORPROV 2026 digelar.
Pembangunan venue tersebut ditargetkan rampung pada 2025, agar dapat digunakan untuk uji coba, pertandingan uji coba antardaerah, dan kegiatan pra-PORPROV lainnya.
Sejalan dengan itu, KONI Tangsel juga tengah melakukan verifikasi dan pemetaan terhadap cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Hal ini menjadi dasar dalam pengukuhan Panitia Besar (PB) PORPROV, sekaligus penentu komposisi peserta Puslatcab yang akan segera diluncurkan.
“Kami akan segera menggelar kick-off Puslatcab. Dalam program jangka panjang, kami susun Pelatkot di 2025 dan TC enam bulan sebelum pertandingan dimulai. Kami ingin pembinaan atlet dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan,” jelas Hamka.
Target Juara Umum dan Penguatan Sport Tourism
Ketua KONI Provinsi Banten menyampaikan harapannya agar Tangsel mampu tampil sebagai tuan rumah yang lebih unggul dalam segala aspek. Ia juga mendorong Kota Tangsel untuk meningkatkan kualitas layanan, teknis pertandingan, dan atmosfer kejuaraan.
“Kami berharap Kota Tangsel dapat menjadi tuan rumah yang lebih baik, lebih profesional, dan lebih meriah dibanding PORPROV sebelumnya,” ujar Ketua KONI Provinsi Banten dalam sambutannya.
Lebih dari sekadar prestasi, PORPROV 2026 juga diharapkan berdampak positif secara ekonomi. Estimasi perputaran ekonomi yang dihasilkan dari penyelenggaraan PORPROV diprediksi mencapai Rp 240 miliar, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 6.000 atlet dan ofisial.
Kolaborasi OPD, Swasta, dan Cabor Dikuatkan
Dalam beberapa rapat koordinasi terakhir, KONI Tangsel melibatkan 57 cabang olahraga dan mendorong kerja sama lintas sektoral. Salah satu pendekatan kreatif adalah konsep “bapak angkat” bagi cabor, yang melibatkan OPD serta institusi swasta untuk mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan pertandingan.
Kehadiran tim khusus Binpres dari KONI Banten diproyeksikan memperkuat sinergi ini, sekaligus menjamin pelaksanaan tahapan-tahapan teknis yang sesuai standar nasional, termasuk regulasi pertandingan, manajemen venue, dan dukungan prestasi.
Dengan pembentukan tim khusus, pemetaan strategi, serta pembangunan infrastruktur, PORPROV VII Banten 2026 menjadi momentum strategis bagi Kota Tangsel. Selain mengukir prestasi, Tangsel ditantang untuk memperlihatkan kualitas penyelenggaraan olahraga tingkat provinsi yang mampu menciptakan dampak sosial dan ekonomi berkelanjutan.