SERANG – Sebanyak 9 atlet Gateball asal Tangerang Selatan bersama pelatih dan ofisial dilepas secara resmi oleh Gubernur Banten, Andra Soni, dalam upacara pelepasan kontingen Kejurnas Gateball 2025 di Pendopo Gubernur Banten, Kamis (15/5/2025). Mereka bergabung dalam skuad besar Kontingen Gateball Provinsi Banten yang akan berlaga di Kejuaraan Nasional Gateball 2025 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.
Kejuaraan ini digelar oleh PB PERGATSI (Pengurus Besar Persatuan Gateball Seluruh Indonesia) dan diikuti oleh 506 atlet dan ofisial dari 32 provinsi, meskipun dalam pembukaan tercatat dihadiri oleh 38 provinsi secara administratif. Turnamen berlangsung dari 17 hingga 21 Mei 2025, memperebutkan medali dari 11 nomor pertandingan, mulai dari tunggal, ganda, triple, hingga beregu campuran.
Banten Tembus 3 Besar Nasional
Menurut laporan dari BogorSportif (19 Mei 2025), kontingen Banten berhasil menempati peringkat ketiga klasemen sementara, bersanding dengan Jawa Barat dan Sulawesi Barat, yang sama-sama mengumpulkan enam poin. Hanya saja, Jawa Barat unggul secara head-to-head.
Capaian ini menjadi indikasi kekuatan baru dari Banten di cabang olahraga gateball yang sebelumnya belum terlalu dominan secara nasional. Atlet asal Tangerang Selatan, yang tergabung dalam tim provinsi, menjadi tulang punggung dalam beberapa nomor, didampingi oleh 3 pelatih dan 2 asisten pelatih yang juga berasal dari Tangsel.
Dukungan Penuh dari KONI dan Pemerintah Daerah
Dalam kesempatan pelepasan, turut hadir Ketua KONI Tangerang Selatan, Hamka Handaru, yang menyampaikan apresiasi serta harapan besar:
“Kami berharap kontingen Banten, khususnya atlet dari Tangerang Selatan, dapat menunjukkan performa terbaik mereka dan membawa pulang prestasi membanggakan untuk daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengingatkan pentingnya sportivitas dan kebersamaan antar-daerah. Dalam unggahan resmi akun @andrasoni12, beliau menyatakan dukungan penuh dan menyampaikan motivasi bagi para atlet muda Banten.
Gateball: Menuju PON dan SEA Games?
Kejuaraan Nasional kali ini bukan hanya ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi titik penting bagi eksistensi gateball di pentas nasional dan regional. Dalam pembukaan Kejurnas yang digelar 16 Mei 2025, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, menyampaikan:
“Gateball adalah olahraga strategi yang tidak hanya membangun kekuatan fisik, tetapi juga kecerdasan dan kerja sama. Kemenpora akan terus mendukung pengembangan gateball sebagai olahraga kompetitif dan rekreatif.”
Ketua Umum PB PERGATSI, Diana Kusumastuti, menambahkan harapannya agar gateball dapat masuk dalam cabang resmi PON 2028 di NTB-NTT serta ikut berpartisipasi di SEA Games. Ia menekankan pentingnya peran daerah dalam menumbuhkan atlet gateball usia muda.
Sistem Pertandingan dan Format Kompetisi
Kejuaraan kali ini menggunakan format fase grup di awal, sebelum memasuki babak delapan besar dengan sistem single elimination. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas kompetisi dan menjaring atlet terbaik dari seluruh Indonesia.
Selain nomor individu, Kejurnas juga mempertandingkan nomor beregu campuran, yang menjadi unggulan sejumlah provinsi. Tercatat beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Sulawesi Barat, dan DIY tampil menonjol dalam nomor beregu.
Literasi Gateball dan Masa Depan Olahraga Strategi Ini
Gateball, yang berasal dari Jepang dan mulai populer di Indonesia sejak awal 2000-an, kini berkembang pesat melalui kegiatan komunitas dan dukungan pemerintah. Tidak lagi hanya dipandang sebagai olahraga lansia, gateball kini menarik minat usia muda dan dipertandingkan secara resmi di tingkat nasional.
Dengan semangat ini, PB PERGATSI mendorong setiap daerah untuk melahirkan klub-klub gateball baru, membina atlet usia dini, dan menumbuhkan basis massa pendukung. Dukungan daerah seperti dari Pemprov Banten dan KONI Tangsel menjadi contoh konkret kolaborasi lintas sektor.
Keikutsertaan atlet gateball Tangerang Selatan dalam Kejurnas 2025 bukan hanya soal persaingan, tetapi juga tentang partisipasi aktif dalam membangun wajah baru olahraga Indonesia. Dengan peringkat ketiga nasional dan semangat juang yang tinggi, Kontingen Banten membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta, melainkan pesaing serius dalam peta gateball nasional. Sebagaimana harapan semua pihak, langkah ini semoga menjadi awal dari babak baru prestasi Banten dan eksistensi gateball di level internasional.